Manfaat pepaya bagi kesehatan

Pepaya adalah buah tropis yang sangat sehat.

Mengandung antioksidan yang dapat mengurangi peradangan, melawan penyakit dan membantu Anda terlihat lebih muda.

Berikut ini manfaat pepaya bagi kesehatan:

Pepaya Lezat dan Penuh dengan Nutrisi

Pepaya adalah buah dari tanaman papaya Carica.

Christopher Columbus dilaporkan menyebutnya “buah para malaikat” karena rasanya sangat enak.

Pepaya berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko Selatan, tetapi sekarang tumbuh di banyak bagian lain dunia.

Pepaya mengandung enzim yang disebut papain, yang dapat memecah rantai protein keras yang ditemukan pada daging. Karena itu, orang telah menggunakan pepaya untuk melunakkan daging selama ribuan tahun.

Jika pepaya matang, bisa di makan langsung. Namun, jika pepaya masih mentah harus dimasak terlebih dahulu, terutama selama kehamilan. Karena buah yang belum matang memiliki kandungan lateks yang tinggi, yang dapat merangsang kontraksi .

Pepaya berbentuk mirip dengan buah pir, dan bisa mencapai panjang 20 inci. Kulit berwarna hijau ketika belum matang, dan oranye saat matang. Daging di dalamnya berwarna kuning, oranye atau merah.

Buah ini juga memiliki banyak benih biji hitam di dalamnya. Biji ini dapat dimakan, tetapi rasanya pahit.

Satu pepaya kecil (152 gram) mengandung:

  • Kalori: 59
  • Karbohidrat: 15 gram
  • Serat: 3 gram
  • Protein: 1 gram
  • Vitamin C: 157% dari RDI
  • Vitamin A: 33% dari RDI
  • Folat (Vitamin B9): 14% dari RDI
  • Kalium: 11% dari RDI

Melacak jumlah kalsium, magnesium dan vitamin B1, B3, B5, E dan K.

Pepaya juga mengandung antioksidan sehat yang disebut karotenoid.

Antioksidan, termasuk karotenoid yang ditemukan pada pepaya, dapat menetralisir radikal bebas sehingga mereka tidak lagi dapat menyebabkan bahaya.

Studi telah menemukan bahwa pepaya yang difermentasi dapat mengurangi stres oksidatif pada orang tua dan orang dengan pradiabetes, hipotiroidisme ringan dan penyakit hati.

Juga, banyak peneliti percaya bahwa radikal bebas yang berlebihan di otak merupakan faktor penting dalam penyakit Alzheimer (9).

Dalam satu penelitian, pasien Alzheimer yang diberi ekstrak pepaya fermentasi selama 6 bulan mengalami penurunan 40% pada biomarker yang dikenal sebagai 8-OHdG. Tanda ini, yang menunjukkan kerusakan oksidatif pada DNA, juga terkait dengan penuaan dan kanker (10, 11).

Pengurangan stres oksidatif telah dikaitkan dengan kandungan lycopene pepaya dan kemampuan untuk menghilangkan kelebihan zat besi, yang dikenal untuk menghasilkan radikal bebas.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.