Kenapa Kopi membuat kita mules?

Mengapa Kopi Membuat Kita ingin ke toilet?

Untuk yang sering ngopi di pagi hari pasti pernah merasakan hal ini, termasuk penulis sendiri. Beberapa saat setelah minum kopi kita merasakan dorongan dorongan yang membuat kita tidak nyaman, mules. Walaupun secara alami kita akan buang air di waktu pagi hari. Tapi saya rasa kopi punya andil dalam hal ini. Jadi kita akan bahas lebih lanjut di artikel ini.

Ada satu studi menemukan bahwa 29% peserta pergi menggunakan kamar mandi dalam waktu dua puluh menit setelah minum secangkir kopi.

Artikel ini membantu menjelaskan mengapa kopi dapat membuat Anda buang air besar.

Kafein Dapat Mengaktifkan Colon Anda

Kopi adalah salah satu sumber kafein terbaik di planet ini.

Kafein adalah stimulan alami yang membantu Anda tetap waspada.

Satu cangkir yang diseduh menyediakan kira-kira 95 mg kafein.

Kafein juga dapat merangsang dorongan untuk buang air besar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ia dapat mengaktifkan kontraksi di usus besar dan otot usus Anda.

Kontraksi dalam usus mendorong isi ke arah rektum, yang merupakan bagian akhir dari saluran pencernaan Anda.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kafein membuat usus besar 60% lebih aktif daripada air dan 23% lebih aktif daripada kopi tanpa kafein

Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa kopi tanpa kafein juga dapat merangsang dorongan untuk buang air besar. Ini menunjukkan bahwa senyawa atau faktor lain juga bertanggung jawab.

RINGKASAN
Kopi adalah sumber kafein yang kaya, yang dapat membuat otot usus besar dan usus Anda lebih aktif. Ini membantu tubuh Anda mendorong makanan dengan cepat ke rektum.

Decaf Bisa Juga Membuat Anda Poop

Awalnya diyakini bahwa kafein dalam kopi membuat Anda buang air besar.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa kopi tanpa kafein juga dapat melakukannya. Ini berarti ada faktor lain.

Asam klorogenik dan N-alkanoyl-5-hydroxytryptamides keduanya merupakan senyawa yang menarik.

Studi telah menemukan bahwa mereka dapat merangsang produksi asam lambung. Asam lambung membantu mengolah makanan dan memindahkannya dengan cepat melalui usus.

Beberapa faktor lain mungkin menjelaskan mengapa kopi bisa membuat kita mules.

Misalnya, minum dapat membuat usus besar lebih aktif. Ini disebut refleks gastrocolic. Itu adalah refleks yang sama yang mengaktifkan usus besar setelah Anda makan makanan.

Meskipun kopi tidak dianggap sebagai makanan, itu mungkin memiliki dampak serupa pada isi perut Anda.

Di sisi lain, gerakan usus yang diinduksi kopi mungkin hanya kebetulan.

Ini karena usus dua kali aktif ketika pertama kali Anda bangun, dibandingkan saat Anda tidur.

Jam internal tubuh Anda, juga dikenal sebagai ritme sirkadian, membantu mengatur banyak proses, termasuk gerakan usus.

Meskipun begitu, masih belum jelas seberapa besar pengaruh faktor-faktor lain ini pada merangsang usus besar Anda. Lebih banyak penelitian di bidang ini akan membantu menentukan signifikansinya.

RINGKASAN
Senyawa lain dalam kopi, seperti asam klorogenat dan N-alkanoyl-5-hydroxytryptamides, dapat merangsang aktivitas usus. Faktor tambahan termasuk refleks gastrocolic dan jam internal tubuh Anda.

Kopi Dapat Merangsang Hormon

Kopi juga terbukti merangsang hormon yang membantu mendorong makanan melalui usus.

Misalnya, dapat meningkatkan kadar hormon gastrin. Seperti kafein, gastrin membuat usus besar lebih aktif.

Satu studi menemukan bahwa minum kopi biasa atau kopi tanpa kafein meningkatkan kadar gastrin masing-masing 2,3 dan 1,7 kali, dibandingkan dengan air minum.

Terlebih lagi, kopi dapat meningkatkan kadar hormon pencernaan cholecystokinin (CCK) .

Tidak hanya hormon ini dapat meningkatkan pergerakan makanan melalui usus besar, tetapi juga terkait dengan refleks gastrocolic, yang membuat usus besar lebih aktif.

RINGKASAN
Kopi telah terbukti meningkatkan kadar gastrin dan cholecystokinin, dua hormon terkait dengan peningkatan aktivitas usus.

 

Apakah Kopi Membuat Semua Orang BAB?

Menurut satu studi terkemuka tentang topik ini, 29% peserta mengalami peningkatan dorongan untuk buang air dalam dua puluh menit setelah minum kopi.

Anehnya, 53% adalah wanita.

Wanita mungkin lebih rentan terhadap gejala ini, karena kondisi pencernaan seperti sindrom iritasi usus (IBS) lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria.

 

Mereka yang tidak toleran laktosa juga dapat terpengaruh oleh gejala ini jika mereka menambahkan susu, krim atau produk susu lainnya ke kopi mereka.

RINGKASAN
Tidak semua orang perlu ke toilet setelah minum kopi, tetapi itu cukup umum. Orang dengan kondisi pencernaan, seperti IBS, dan mereka yang tidak toleran laktosa mungkin lebih rentan terhadap pengalaman ini.

KESIMPULAN

Kopi mengandung berbagai senyawa yang dapat merangsang usus Anda.

Ini termasuk kafein, asam klorogenik dan N-alkanoyl-5-hydroxytryptamides.

Menambahkan susu atau krim dapat lebih meningkatkan efek ini, terutama jika Anda tidak toleran laktosa.

Namun, tidak jelas mana yang memiliki dampak terbesar.

Jika Anda kesulitan untuk pergi ke kamar mandi secara teratur, secangkir kopi dapat menjadi solusinya.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.